Kronologi Penculikan Mahasiswi Kedokteran Unsoed

0
846

KotaPurwokerto.com – Kabar mengenai penculikan Sofia Nur Atalina (21 tahun) cepat menyebar di media sosial facebook, twitter dan instagram. Disebutkan gadis berkulit putih, berkacamata itu mengenakan baju kemeja kotak-kotak berwarna coklat, rok dan kerudung coklat saat di culik pada hari Rabu sore (07/9).

Peristiwa tersebut terjadi pukul 15.30 WIB saat mahasiswi semester V itu keluar dari kampus Kedokteran Unsoed di jalan Dr. Gumbreg Kecamatan Purwokerto Timur, dengan mengendarai mobil Honda Brio berwarna merah berpelat nomor R 9243 BK miliknya.

Sofia singgah ke tempat fotocopy didepan kampusnya. Dan tiba-tiba datang empat orang yang mengendarai mobil bak terbuka. Tiga orang diantaranya menghampiri Sofia dan langsung menyeret masuk ke mobil Honda Brio miliknya dan kabur ke arah selatan. Kejadian berlangsung sangat cepat sehingga orang-orang yang berada di lokasi hanya bisa berteriak tanpa sanggup menolong.

Berita mengenai penculikan Sofia pun cepat menyebar dan menjadi viral. Respon pun berdatangan mulai dari yang menyebutkan sudah di temukan pukul 18.00 dalam kondisi trauma, Sofia sudah dapat dihubungi dan motif yang menyebutkan bahwa otak penculikan adalah korban yang sebelumnya pernah di tabrak oleh Sofia dan meminta ganti rugi senilai 60 juta rupiah.

kronologi-penculikan-mahasiswi-kedokteran-unsoed-2

Berita yang simpang siur tersebut langsung ditanggapi oleh teman-teman sejawatnya di Fakultas Kedokteran Unsoed bahwa berita tersebut palsu/hoax dan memberikan informasi terbaru bahwa saat itu mobil mengarah ke arah Tasikmalaya.

kronologi-penculikan-mahasiswi-kedokteran-unsoed-3

Akhirnya dalam kurun waktu 7 jam, penculikan mahasiswi Kedoteran Unsoed berakhir.  Salah satu tersangka berhasil dibekuk sekitar pukul 22.00 WIB di daerah Ciamis Jawa Barat. Pelaku terdiri dari 4 orang, ketiga orang pelaku lainnya kabur dan saat ini masih dalam proses pengejaran.

Mengenai motifnya, Kapolres Banyumas AKBP Gidion Arif Setiawan SH SIK MHum menjelaskan bahwa pelaku mencari korban secara acak atau tidak terencana tetapi melihat dari kelengahan korban seperti yang terjadi kemarin. Pelaku langsung memasukkan korban secara paksa ke dalam mobilnya sendiri dan kemudian dibawa kabur sampai wilayah Jawa Barat. Pelaku berkomunikasi dengan keluarga korban melalui handphone korban untuk meminta tebusan sebesar 60 juta rupiah.

Saat ini korban sudah  ditemukan dan akan dilakukan pemeriksaan kesehatan untuk memastikan bahwa korban benar-benar dalam kondisi baik. Kondisi korban saat ini secara fisik dan psikologis dalam kondisi sehat.

Ketika proses penculikan korban duduk dibelakang dan diapit ditengah. Korban juga mendapat perlakuan kasar dari pelaku. Pelaku tidak menggunakan senjata tajam tetapi menggunakan tali untuk mengikat korban dan kaos untuk menutup kepala selama perjalanan dari Banyumas sampai ke Jawa Barat.

kronologi-penculikan-mahasiswi-kedokteran-unsoed-4

Background pelaku yang tertangkap tidak mempunyai pekerjaan yang tidak tetap tetapi salah satu pelaku yang masih buron yang berinial P merupakan residivis. Menurut penuturan pelaku, kejadian penculikan ini pun sudah pernah dilakukan sebelumnya dan berhasil. Pelaku dijerat dengan pasal 328 tentang penculikan dengan ancaman hukuman penjara selama 12 tahun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.