Merah Putih Berkibar di Ekspedisi Gunung Huascaran Peru

0
474

KotaPurwokerto.com – Tiga Mahasiswa Pecinta Alam Universitas jendral Soedirman Purwokerto (UPL MPA UNSOED) melakukan ekspedisi pendakian ke Gunung Huascaran di kota Huaraz, Peru. Tim ekspedisi ini mengibarkan bendera merah putih tepat di Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 71 (17/08/16) di ketinggian 5.650 mpdl. Tim yang terdiri dari Dwi Novian Arbi, Aji Kurniawan, Arizal Maulana belum mampu mencapai target yang diharapkan pada awal pendakian untuk mencapai puncak gunung dengan ketinggian 6. 768 mpdl. Gunung ini merupakan gunung tertinggi keempat di Amerika Latin dan tertinggi di Peru.

merah-putih-berkibar-di-ekspedisi-gunung-huascaran-peru-2

Salah satu personil, Arizal, mengalami Accute Mountain Sickness (AMS) sehingga dibawa turun ke basecamp (Sabtu, 13/08/16). Tim lengkap sempat naik kembali tetapi kondisi Arizal tidak bisa menyesuaikan ketinggian dan harus kembali turun ke Desa Musho. Pendakian pun akhirnya hanya dilanjutkan dua personil dengan berbagai pertimbangan.

Tim hanya mampu mencapai ketinggian 5.650 mpdl, padahal Camp 2 berada di ketinggian 5.800 mpdl. Pendaki Indonesia dari Unsoed ini memutuskan untuk menyudahi pendakian. Hal tersebut dikarenakan faktor alam yang sangat ekstrem yaitu longsor salju yang tidak mungkin dapat dilalui antara jalur Camp 1 menuju Camp 2. Di antara jalur terebut terdapat sebuah tempat bernama La Canaleta (5.500 mpdl), pada Juli lali telah terjadi longsor atau biasa disebut  Avalanche dan retakan di sepanjang jalur atau biasa disebut Crevasse.

Tim sempat mencoba Ice Climbing sepanjang 30 meter di jalur berbeda dengan kemiringan 60-90 derajat, namun jalur tersebut sulit dilewati karena salju yang rapuh dan mengubur tim. “Pendakian akan sulit dipaksakan dan harus menunggu lama agar jalur kembali normal, serta harus menunggu salju kembali padat,” ujar Dwi Novian (Mapala Unsoed Purwokerto).

Ekspedisi tidak berhenti di situ, Tim Ekspedisi Soedirman VI akan melanjutkan misi budaya dengan mengundang mahasiswa dari universitas di Peru dan siswa siswi yang mengikuti kursus Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di KBRI Lima. Misi budaya ini bertujuan mengenalkan kepada masyarakat Peru destinasi wisata Indonesia, Alat musik traditional dan beragam makanan Indonesia seperti Rendang, Opor Ayam, Tempe Mendoan, Sate Ayam dan Nasi Goreng. Kegiatan ini diadakan pada Senin, 29 Agustus 2016.

Tim Ekspedisi Soedirman VI Mapala Unsoed ini akhirnya memiliki kesempatan bertatap muka dengan Duta Besar RI untuk Peru, Moenir Ari Soenanda. Dalam kesempatan ini tim membicarakan banyak hal diantaranya tujuan kedatangan mereka di Peru serta berbagi sedikit cerita mengenai pendakian ke Gunung Huascaran.

merah-putih-berkibar-di-ekspedisi-gunung-huascaran-peru-7

Selain bercerita mengenai pendakian, tim juga menyampaikan harapan tentang misi yang akan datang mengenai pameran budaya. Duta Besar Moenir Ari Soenanda menyambut baik kegiatan positif yang bertujuan untuk mengenalkan Indonesia kepada masyarakat Peru.

Obrolan pun ditutup dengan kisah beliau tentang suka dukanya pada saat masih berkuliah. tak hanya itu, beliau memberikan juga beberapa nasehat kepada mahasiswa tersebut (NK).

Sumber : Rinoldy Sidiki (Sekretaris Pribadi Duta Besar RI di Lima)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.